26 Januari 2014

duka dibalik ceriamu

Dan satu lagi sesuatu yang aku dapat. Tak pernah terbayang sebelumnya, dibalik sikap tegasmu dibalik semua ceriamu dibalik ketegaranmu dibalik kecuekanmu kau menyimpan begitu banyak cerita yang tidak semuanya manis. Ya, kau menyimpan itu sendiri. Selama ini aku hanya melihat kau begitu kuat bertahan dalam kesendirian tanpa seorang yang spesial. Empat tahun sudah kita menjadi sahabat. Kukira aku sudah tahu banyak tentangmu, ternyata tidak.
Kau menyimpannya begitu rapi, sangat rapi dalam sebuah bingkisan. Hingga sekitarmu tak merasa, hingga sekitarmu tak curiga, hingga sekitarmu merasa kau selalu baik-baik saja. Kurasa tidak sedikit waktu yang telah habiskan bersama, tapi aku tak pernah tahu kau merasa antusias ketika kita membahas lawan jenis. Kau bagitu datar ketika membahas pribadimu tentang satu hal itu. Begitu cueknya dirimu sobat akan hal itu. Tapi dibalik itu semua ternyata kau juga merasakan apa yang kita rasakan. Tapi kau tak pernah mengeluh, kau tak pernah terlihat sedih didepan kita. Sungguh ku akui kau memang pandai menyembunyikan perasaan.
Malam ini kau membuka bingkisan rapi itu, kau menceritakan tentang perasaanmu. Manis pahit bahagia suka duka yang kau alami dulu, sampai kini kau menemukan orang yang dapat menaklukkan hatimu. Ahh rasanya lebih rumit kisahnya daripada aku yang selama ini blak-blakan selalu mengungkapkan apa yang kurasa. Kagum, melihatmu menyimpan semua itu sendiri. Satu hal yang ingin aku belajar darimu, tentang begitu rapinya kau menyimpan semua perasaan itu.

“jika memang dia serius, dia akan menunjukkannya ke kita dan dia akan mengatakan secara langsung. jika itu tidak dilakukannya maka niatnya mungkin bukan untuk serius. Yang terpenting juga harus seiman” itu inti yang aku dapat dari ceritamu semalam. Kau selalu menanamkan pada dirimu untuk bersikap cuek. Aku setuju karena kita sependapat bahwa jadi cewek itu harusnya jaim bukan malah agresif. Jika kita percaya maka apa yang kita inginkan insyaAllah akan kesampaian jika itu memang baik.