Dan
satu lagi sesuatu yang aku dapat. Tak pernah terbayang sebelumnya, dibalik
sikap tegasmu dibalik semua ceriamu dibalik ketegaranmu dibalik kecuekanmu kau
menyimpan begitu banyak cerita yang tidak semuanya manis. Ya, kau menyimpan itu
sendiri. Selama ini aku hanya melihat kau begitu kuat bertahan dalam
kesendirian tanpa seorang yang spesial. Empat tahun sudah kita menjadi sahabat.
Kukira aku sudah tahu banyak tentangmu, ternyata tidak.
Kau
menyimpannya begitu rapi, sangat rapi dalam sebuah bingkisan. Hingga sekitarmu
tak merasa, hingga sekitarmu tak curiga, hingga sekitarmu merasa kau selalu
baik-baik saja. Kurasa tidak sedikit waktu yang telah habiskan bersama, tapi
aku tak pernah tahu kau merasa antusias ketika kita membahas lawan jenis. Kau bagitu
datar ketika membahas pribadimu tentang satu hal itu. Begitu cueknya dirimu
sobat akan hal itu. Tapi dibalik itu semua ternyata kau juga merasakan apa yang
kita rasakan. Tapi kau tak pernah mengeluh, kau tak pernah terlihat sedih
didepan kita. Sungguh ku akui kau memang pandai menyembunyikan perasaan.
Malam
ini kau membuka bingkisan rapi itu, kau menceritakan tentang perasaanmu. Manis pahit
bahagia suka duka yang kau alami dulu, sampai kini kau menemukan orang yang
dapat menaklukkan hatimu. Ahh rasanya lebih rumit kisahnya daripada aku yang
selama ini blak-blakan selalu mengungkapkan apa yang kurasa. Kagum, melihatmu
menyimpan semua itu sendiri. Satu hal yang ingin aku belajar darimu, tentang
begitu rapinya kau menyimpan semua perasaan itu.
“jika
memang dia serius, dia akan menunjukkannya ke kita dan dia akan mengatakan
secara langsung. jika itu tidak dilakukannya maka niatnya mungkin bukan untuk
serius. Yang terpenting juga harus seiman” itu inti yang aku dapat dari
ceritamu semalam. Kau selalu menanamkan pada dirimu untuk bersikap cuek. Aku setuju
karena kita sependapat bahwa jadi cewek itu harusnya jaim bukan malah agresif. Jika
kita percaya maka apa yang kita inginkan insyaAllah akan kesampaian jika itu
memang baik.


